Welcome to Chilly Theme

Sea summo mazim ex, ea errem eleifend definitionem vim. Ut nec hinc dolor possim mei ludus efficiendi ei sea summo mazim ex.

Pro Kontra Program Pemerintah Dalam Pemberian Vaksin

Pro Kontra Program Pemerintah Dalam Pemberian Vaksin

Tujuannya agar target yang dicanangkan, yakni satu juta vaksinasi per hari atau vaksinasi selesai dalam satu tahun bisa tercapai. Rencana pemerintah mendapat apresiasi dari Profesor Herawati Sudoyo, Deputi Riset Dasar, Eijkman Institute. Dia sangat berharap target pemberian vaksin kepada 70 persen penduduk Indonesia dapat dicapai. “Karena 70 persen atau a hundred and eighty juta orang yang divaksin itu kan tujuannya untuk mencapai herd immunity,” ujarnya. Inilah alasan Menkes Budi Gunadi tidak menjadikan lansia sebagai prioritas penerima vaksinasi pertama. Program vaksinasi Covid-19 dimulai setelah vaksin buatan Sinovac Lifescience yang dibeli pemerintah dari Tiongkok, mengantongi sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia dan izin penggunaan darurat diterbitkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan .

Namun, sejalan dengan program vaksinasi, Menkes tetap mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk tetap disiplin menaati protokol kesehatan 3M karena pandemi belum berakhir. Kelompok prioritas kelima adalah peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran sekitar 86 juta orang dengan complete kebutuhan vaksin 173 juta dosis. Dan kelompok keenam adalah masyarakat yang berusia tahun sebesar fifty seven orang dengan kebutuhan vaksin sekitar one hundred fifteen juta dosis.

Apabila berdasarkan pengukuran tekanan darah didapatkan hasil di atas atau sama dengan a hundred and forty/90 maka vaksinasi tidak diberikan. “Terkait vaksin gotong royong, Menkes akan membuat Permenkes ,” kata Airlangga dikutip dari kantor berita Antara, Rabu (three/2). Pandemi COVID-19 memberikan tantangan besar dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Indonesia. Namun, terkecuali bagi mereka yang tidak memenuhi kriteria penerima vaksin sesuai indikasi vaksin Covid-19 yang tersedia.

Di dalam tahapan awal pelaksanaan yang memprioritaskan tenaga kesehatan untuk memperoleh vaksin tersebut, perlu diakui masih terdapat sejumlah kendala. Namun, Presiden Joko Widodo memastikan bahwa pemerintah telah menindaklanjuti hal tersebut dan tetap berupaya untuk memenuhi target semula. Bagi kelompok prioritas yang akan mendapat vaksinasi gratis, perlu memperhatikan cara mendapatkan vaksin COVID-19 sesuai Juknis dengan melakukan registrasi. Total ada 6 kelompok prioritas penerima vaksin, untuk yang pertama adalah paramedis, TNI, Polri, aparat hukum, dan pelayanan publik sebanyak 3,4 juta orang dengan whole kebutuhan 6,9 juta dosis. Menkes Terawan menguraikan bahwa persiapan element untuk program vaksinasi ini terus dilakukan, dengan prioritas para tenaga kesehatan dan aparat keamanan yang berada di garis terdepan dalam penanganan Covid-19.

Kemudian masyarakat, tokoh agama, daerah, kecamatan, RT/RW 5,6 , eleven juta jelas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers usai rapat bersama Presiden Jokowi, Senin (12/10/2020). Dari ketiga cara mendapatkan vaksin Corona COVID-19 yang sudah dijelaskan memang sebagian besar mengandalkan ponsel. Untuk menjawab kegelisahan ini, pemerintah sudah menyiapkan upaya penanganan tepat sesuai Juknis. Dari sini, bisa diketahui apakah nama dengan NIK tersebut terdaftar sebagai calon penerima vaksin Covid-19 atau tidak. Kemudian periksa standing NIK dalam program vaksin dengan mengklik kolom “Periksa” berwarna biru.

Vaksin dari pemerintah

Ada empat tahapan yang dilalui oleh Presiden saat menerima suntikan vaksin COVID-19. Pertama, pendaftaran dan verfikasi information yang dilakukan di Meja 1, skrinning berupa anamnesa dan pemeriksaan fisik sederhana di Meja 2 dengan melakukan pengecekan tekanan darah dan suhu tubuh. Pada Meja 3 Presiden menerima suntikan vaksin COVID-19 yang disuntikan oleh vaksinator Prof. dr. Abdul Muthalib yang merupakan dokter kepresidenan. Usai divaksin, Presiden menuju ke Meja 4 untuk dilakukan pencatatan, dan harus menunggu selama 30 menit untuk mengantisipasi apabila ada Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi . Sebagai penerima vaksin, Presiden juga diberi kartu vaksinasi dan edukasi pencegahan COVID-19. Program vaksinasi COVID-19 di Indonesia mulai dilakukan oleh pemerintah, pada Rabu (thirteen/1) pagi di Istana Negara.

Dimana masyarakat dan pelaku ekonomi lainnya masuk dalam pemberian vaksin tahap ketiga setelah pekerja sektor publik dan masyarakat lanjut usia. Ada pula pinjaman melalui program Covid-19 Active Response and Expenditure senilai $1,5 miliar atau setara dengan Rp21,eight triliun sebagai dukungan anggaran untuk kesehatan masyarakat, sosial, dan ekonomi yang mendesak. Kemudian, memenuhi syarat prakualifikasi WHO, atau mendapat otorisasi dari otoritas regulator yang ketat (stringent regulatory authority/SRA). ADB sendiri mendukung upaya Pemerintah Indonesia melakukan vaksinasi kepada 181,6 juta penduduk untuk mencapai herd immunity.

Petugas kesehatan menerima suntikan vaksin corona buatan Sinovac di RSIA Tambak, Jakarta Pusat, Jumat (15/1/2021). Vaksin Sinovac telah mendapatkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization dari Badan Pengawas Obat dan Makanan . Dengan izin penggunaan darurat ini, vaksin CoronaVac produksi Sinovac Life Science Co.Ltd.China dan PT Bio Farma dapat digunakan untuk program vaksinasi di Indonesia. Dalam hal distribusi, vaksinasi gotong royong dilaksanakan oleh PT Bio Farma ke fasilitas pelayanan kesehatan milik masyarakat atau swasta yang bekerja sama dengan badan hukum atau badan usaha. Pemerintah juga memastikan jenis vaksin yang digunakan dalam vaksinasi gotong royong berbeda dengan jenis vaksin program pemerintah. Sebelumnya, pemerintah telah menetapkan ada enam jenis vaksin untuk pelaksanaan vaksinasi virus corona di Indonesia.

Leave a Reply